Archive for Juni 2015

  • Konfigurasi GLUSTERFS Pada CentOS 6.6 ( REPLICATION )

    0

    glusterfs-hadoop

    Tujuan Dasar:

    - Mengetahui konfigurasi GlusterFS
    - Mengetahui konfigurasi client GlusterFS
    - Memahami konsep kerja GlusterFS

    Konsep Dasar:

         GlusterFS adalah sebuah aplikasi opensource yang digunakan untuk memanajemen sistem berkas terdistribusi (clusterd filesystem),aplikasi ini pun juga dapat digunakan sebagai media replikasi ruang penyimpanan data. Salah satu keunggulan aplikasi ini dapat memberikan kinerja yang tinggi (high performance) dalam pendayagunaannya.

    Berikut topologi yang digunakan untuk pembuatan GlusterFS:



    Konfigurasi Network

    1. Langkah awal, ganti masing-masing hostname pada Server1, Server2, dan juga pada Client dengan
        cara:
        nano /etc/hosts




    2. Kemudian tanamkan IP di masing-masing server dan client dengan cara:    nano /etc/sysconfig/network-scrypts/ifcfg-eth0


    SERVER 1




    SERVER 2




    CLIENT




    3. Setelah menanamkan IP, jangan lupa untuk merestart network pada masing-masing server dan
        client dengan cara:
        service network restart



    4. Kemudian test koneksi antara server dan client. PASTIKAN server dan client terhubung ke
        internet. PING dari Server1 ke Server2 dan client.



    REPOSITORI EPEL


    5. Kemudian kita lakukan repositori EPEL pada masing-masing server dan client. remote server dan
        client menggunakan Putty agar lebih mudah. kemudian masukkan sintaks:
        wget -P
       /etc/yum.repos.dhttp://download.gluster.org/pub/gluster/glusterfs/LATEST/CentOS/glusterfs
       -epel.repo

    SERVER 1:




    SERVER 2:



    CLIENT :



    6. Kemudian edit file glusterfs repo pada masing-masing server dan client dengan cara:
        nano /etc/yum.repos.d/glusterfs-epel.repo kemudian ubah base URL nya menjadi:        http://download.gluster.org/pub/gluster/glusterfs/LATEST/CentOS/epel-6.6/i686/

    SERVER 1 :



    SERVER2 :



    CLIENT :



    7. Kemudian install glusterfs, glusterfs-fuse, dan glusterfs-server pada Server1 dan Server2 dengan
        cara:
        yum -y install glusterfs glusterfs-fuse glusterfs-server


    SERVER 1 :



    SERVER 2 :



    8. Setelah menginstall gluster, start gluster pada Server1 dan Server2 dengan cara:        etc/init.d/glusterd start    chkconfig glusterd on 


    SERVER 1 :



    SERVER 2 :




    9. Jika pada server kita menginstall glsuterfs-server, pada client kita hanya menginstall glusterfs dan
        glusterfs-fuse saja.
        caranya:
        yum -y install glusterfs glusterfs-fuse



    10. Setelah menginstall gluster di client, buat Trusted Peer Probe di Server1 agar terhubung denagn
          server lainnya. Trusted Peer Probe adalah server yang berjalan sebagai server gluster. Trusted
          Peer Probe juga bisa digunakan untuk 
    lebih dari 2 server. caranya:
          gluster peer probe server2



    11. Kemudian cek peer status apakah Server1 sudah terhubung ke Server2 atau belum. caranya:
          
    gluster peer status



    GLUSTERFS SERVER VOLUME

    GlusterFS Server volume ada beberapa macam, tapi kali ini saya hanya memberikan contoh GlusterFS server volume Distibuted. Server jenis ini berguna untuk pendistribusian file yang tersimpan pada server. Tujuannya adalah mempermudah pengambilan file dan mempercepat proses pengunduhan file tanpa terlalu membebani server.

    12. Langkah pertama, buatlah sebuah direkotori baru pada Server1 dan Server2. contoh:

    SERVER 1 :


    SERVER 2 :



    13. Kemudian buat gluster volume di Server1 dengan cara:      gluster volume create dist-volume server1:/dist1 server2:/dist2 force



    14. Setelah membuat gluster volume, jalankan gluster volume dengan cara:      gluster volume start dist-volume



    15. Cek status volumenya apakah berhasil atau tidak dengan cara:      gluster volume info




    Pengujian Akses Distribusi Volume di Client


    16. Buatlah sebuah folder di dalam folder mnt dengan cara:      mkdir /mnt/distributed             kemudian akses gluster dengan perintah mount:      mount.glusterfs server1.centos.com:/dist-volume /mnt/distributed 



    17. Kemudian edit file /etc/fstab dengan menambahkan text berikut di kolom paling bawah:             host1.example.com:/dist-volume /mnt/distributed glusterfs defaults,_netdev 0 0



    18. Cobalah membuat beberapa file di client dengan cara:
    touch /mnt/distributed/file1
    touch /mnt/distributed/file2  
    touch /mnt/distributed/file3
    touch /mnt/distributed/file4
    touch /mnt/distributed/file5
    touch /mnt/distributed/file6



     19. Kemudian cek Server1 dan Server2, jika berhasil maka file yang dibuat pada client akan otomatis
           tersebar di kedua server.


    SERVER 1:
     ls -l /dist1




    SERVER 2 :
     ls -l /dist2




    TERIMA KASIH!! ^.^


  • Lab 10 Backup & Restore

    0








    THE PURPOSE OF THE TEXT :


    • To know the meaning of Backup & Restore
    • To know how to Configure RouterBoard connected to internet


    BASIC CONCEPT :


    Backup, Create a backup file containing the file system to be stored in case of destruction of the system, so that the software that had previously been backed up can be Restored to the condition before the destroyed/damaged. And the Restore is Refix a broken system using the backup media that had been prepared.

    Pada Routerboard terdapat dua jenis backup. Yaitu Binnary backup dan Script backup.


    1. Binary file – file backup berekstensi .backup
    – Tidak dapat dibaca
    – menciptakan return-point, seperti system restore nya windows yang akan mengembalikan setting ke titik tertentu.


    2. Script file – file backup berekstensi .rsc
    – berupa scrip yang dapat dibaca dan diedit
    – Tidak mengembalikan konfigurasi seperti semula, akan tetapi menambahkan konfigurasi
       sesuai yang ada di dalam script.



    TOPOLOGY :



    wlan1 : 192.168.2.135
    ether2: 19.19.19.1


    CONFIGURATION :


    1. Before you doing Backup & Restore, you must config DHCP Client with RouterBoard
        using WiFi. First go to Wireless > Security Profiles > clik ( + )




    2. Then see the Pre-Shared Key, enter the Pre-Shared key. it means, the password of WiFi.
        Then click apply then ok.




    3. Next step, go to the interfaces, then click the wlan1, then go to Wireless, change the
        mode into station, the security profile is profile1. Then click Scan..




    4. In scan window, chose the WIFI then click connect.



    5. Then go to IP > DNS, then give check Allow Remote Requests, then click apply - ok.



    6. Next step go to IP Firewall, click IP > FIREWALL, then go to NAT  and click the ( + ).



    7. Change the CHAIN into srcnat.



    8. Still in the Firewall, go to Action, then change the action into masquerade. then click
        apply - ok.




    9. Next step, go to IP DHCP CLIENT int the IP - DHCP CLIENT, click the ( + ) to add the IP
        DHCP. In New DHCP Client, change the intreface into wlan1 and the DHCP OPTION
        make into hostname and clientid. then click apply - ok.




    10. After you click apply, the IP DHCP Client will show out.



    11. After that, go into Address List then click the ( + ) to create ether2.



    12. To create ether2, give IP Address and Network, then interface change into ether2. Then
          click apply - ok.




    13. The ether2 will show out in address list.



    14. Next open New Terminal, try PING to google.com




    - BACKUP WITHOUT PASSWORD


    15. Next step, go to Files, then click the Backup number 1. Then enter the Name without
          password. then click backup number 2.




    16. Then the name will show out in file list with the type bakcup.



    17. Next step, reset config the RouterBoard. Go to System-Reset Configuration. And
          give check the No Default Configuration. then click Reset Configuration.




    18. Open again the Winbox, then go to Address list again, it will blank. No list of IP.



    19. After that, go to Files again, then click the name of Backup file name, then click Restore
          to make your IP back again into Address List.




    20. After Restore, open again the Winbox. Then go to Address List again, the IP will show
          out because the restore make the file/data back safety again.






    - NOW WE WILL BACKUP WITH PASSWORD



    21. Same like backup without password, but in Backup. Enter the Name and Password.
          Then click Backup.




    22. After reboot, open again the Winbox. Click the backup name (number1) then click
          restore (number2). it will need password to Restore.




    23. Next step, open the New Terminal. Try to
          export file = All-Config
          ip address export file=IP-Config
     then reboot the RouterBoard.




    24. Next open again the Winbox, then see the File list, then see the All-Config & IP-Config
          it was file that export the file.




    25. Then IMPORT the file All-Config & IP-Config. with the Sintaks
          import file-name=All-Config.rsc




    THANK YOU!! ^.^



  • Copyright © 2013 - Hyperdimension Neptunia

    TEKNIK KOMPUTER JARINGAN - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan